Ponari, Fenomena Konyol Masyarakat Indonesia di Tengah Zaman Cangghih

Beberapa hari yang lalu, saya aga sedikit terkejut dengan email yang dikirimkan oleh teman saya. Email itu berisi gambar yang ada di samping ini. Memang sepintas kelihatannya tidak ada yang aneh dengan gambarnya, itu merupakan salah satu minuman ion yang cukup terkenal. Tapi itu kalau sepintas, coba perhatikan baik-baik.... Ada bedanya kan?? Inilah plesetan dari minuman ion tersebut menjadi PONARI SWEAT. Sepintas akan sangat mirip sekali, karena hanya beda 1 suku kata, namun memang inilah fenomena saat ini.


Ponari telah menggemparkan bumi Indonesia! Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan betapa besar efek dari dukun cilik satu ini.

Memang agak sedikit janggal ya, dimana saat ini di Indonesia internet sudah masuk desa, lalu mall-mall bertebaran dimana-mana, kemudian juga hampir semua orang sudah punya yang namanya Hape (Handphone), trus uda jamannya bikin blog bahakan uda dikompetisiin kaya DJARUM BLACK BLOG COMPETITION ini, tapi masih aja ada yang percaya dengan hal-hal "aneh bin ajaib" ini. Namun inilah gambaran negara yang kita cintai ini, Indonesia.

Walau pemerintah uda susah payah "maksa-maksa" penduduknya untuk ikut program wajib belajar 9 tahun, tapi masyarakatnya tidak juga kunjung pintar-pintar. Bayangkan seorang anak bocah kelas 2 sd yang katanya tersambar petir dan berhasil selamat karena memegang "batu ajaib" yang konon kalau batu itu dicelupin di air, maka semua penyakit bisa sembuh... Wooooo... batu sob!! Kalau gitu caranya, gak usah susah-susah nyari Ponari, mulai besok saya akan siapkan batu dari toko material sebanyak 2 truk dan siapa saja boleh mengambilnya untuk dicampur dengan air atau kalau mau enak dikit, boleh dicampur dengan sirup. hahahaha

Tapi mau bagaimana lagi? Inilah memang realita kehidupan sebagian besar masyarakat kita yang masih sangat percaya akan hal-hal yang berbau mistis. Hal ini yang membuat film horor sangat laku di pasaran, padahal, ya ampunnnn.... Hari geneeeee????? Belum sampai di situ, kalau mau saya bahas lebih jauh lagi, saya bisa bahas tentang banyaknya aliran-aliran sesat yang keluar belakangan ini. Gila, inikah citra Indonesia di abad yang sudah maju seperti ini???

Apa yang dilakukan oleh Ponari semata-mata hanya sebagai bentuk aji mumpung yang prakteknya sangat mengeksploitasi anak kecil tersbut. Gimana nggak, meski uda ditutup berkali-kali, tapi masih aja nekat dibuka. Uda makan beberapa korban, tapi tetep aja ngeyel buka praktek. Maklum bos, uang hasil sumbangannya katanya sih uda nyampe 1 miliar, wah ga perlu ikutan kuis deal or no deal kalau gitu... ehehehe. Nah ujung-ujungnya yang dirugikan adalah psikologis dan fisik dari Ponari sendiri. Coba aja lihat di tv-tv, dia digendong sana kemari sambil nyelup-nyelupin tangannya ke air yang sudah disiapin. Boro-boro bisa nonton idola cilik di tv atau main bola sama temen-temennya, Ponari aja udah diancam mau dikeluarin dari sekolahnya. Nah kalau gini siapa yang rugi? Cuma kayakanya orang tuanya cuek-cuek aja tuh, mungkin dalam hati mereka berkata, "belum tentu anak gw bisa jadi miliader kaya gini kalau dia gw sekolahin ampe jadi sarjana!"

Sebenernya ilmu kedokteran di negara manapun, tidak akan pernah menganjurkan untuk seseorang yang sakit untuk meminum air kobokan yang bercampur dengan batu. Gak ada yang tahu kan, sebelum Ponari nyelupin tangannya, dia uda cuci tangan yang bersih belum?? Uda gitu, kasihan banget orang yang dapet celupan terakhir dari Ponari, karena sebelumnya sudah berapa gelas yang dicelup-celup ma Ponari?? Kalau Ponari cacingan gimana?? Sembuh nggak, cacingan juga iya kali. Bahkan ada pasiennya Ponari yang terpaksa harus dibawa ke RS karena sakitnya makin parah setelah minum air tersebut, ya iyalah, air kobokan diminum??

Namun mengapa masih banyak masyarakat yang mencari-cari Ponari untuk minta disembuhkan? Jawabannya ya karena kondisi masyarakat kita saat ini yang sangat menderita, dimana harga untuk berobat sudah ga sesuai lagi dengan kemampuan dan akal sehat mereka, sehingga ketika kondisi ini yang terjadi, nalar sudah tidak berfungsi lagi, jadi hal apapun yang dianggap bisa menyembuhkan, maka hal itu akan dicari apalagi bayarnya suka rela lagi... 

Di sinilah sugesti manusia bermain. Pernah mendengar istilah Cogito ergo sum?? Artinya itu saya berpikir maka saya ada. Nah kata lainnya itu adalah sugesti. Karena kita berpikir, maka kita ada saat ini dan ketika masyarakat di Jombang sana berpikir bahwa mereka dapat sembuh dengan meminum air kobokan itu, maka berduyung-duyunglah mereka ada di sana. Memang sebagai orang yang agak intelek sedikit dibandingkan dengan mereka, kita pasti sering kali menertawakan mereka. Tapi jangan seneng dulu, hal ini juga kerap melanda masyarakat kota yang katanya uda pada pinter semua. Buktinya apa? Coba liat aja majalah-majalah saat ini, pasti semuanya ada zodiacnya. Kenapa ada, ya karena yang baca percaya akan hal-hal seperti itu. Nah berarti apa bedanya yang baca zodiac itu dengan orang-orang yang menunggu mendapatkan air kobokannya Ponari??? Sama aja kan?? Itulah kekonyolan dan keunikan dari masyarakat kita saat ini, entah sampai abad ke berapa masyarakat kita bisa benar-benar dewasa?? Kapan-kapan kali yaaa... hehehheehe(jojo)