Manohara,cinta pangerannya atau duitnya neng??

Masih seputar seseorang yang menjadi korban nih. Sebenernya sih ini kasus uda aga basi, cuma ga enak rasanya kalau gw ga ikut memberikan tanggapan mengenai kasus yang satu ini. Yup, kasus model cantik asal Indonesia, Manohara Pinot.


Mungkin uda banyak yang tahu ya cerita bebasnya Manohara yang menurut gw sangat bagus jadi adegan film action.... hahahahaha. Gimana nggak, dengan pengawalan yang sangat ketat begitu tapi masih bisa lolos dan lepas. Bener-bener cerdik banget deh Manohara, pasti masih kecilnya suka di dongengin cerita "kancil yang cerdik suka curi-curi ketimun". Hehehehheehe

Klo soal Manohara ini, jujur aja gw awalnya sangat shock. Yang pertama shock gara-gara namanya yang agak sedikit tidak wajar untuk orang Indonesia. Kemudian shock yang kedua adalah karena Manohara sangatlah cantik luar biasa, mata mau copot, jantung mau lepas (hahahhaa... lebay abis). Lalu shock yang ketiga adalah umurnya baru 17 tahun??? Buseett dah, masih muda banget... Kok tapi masih imutan gw yaa??? Hehehehhee. Kemudian shock yang keempat, dia udah menikah. Shock yang kelima, menikahnya ma anak raja di Malay sono lagi. Trus shock yang keenam, ternyata dia jadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Dan shock yang ketujuh, gw sangat shock sekali klo ternyata gw sudah shock sebanyak 6 kali.... hahahhahaha

Yah gw sih kali ini gak mau nyalahin siapa-siapa. Hanya saja terbuktilah teori "Don't judge book just from the cover". Awalnya memang kelihatan manis, baik, alim, sopan, lugu, hormat, rendah hati, ehh tau-taunya sifatnya kaya macan. Suka nyilet-nyilet dada istri. Ya ampun masa dada istri disilet sih?? Klo dada ayam sih gapapa.

Maka dari pada itu, dalam memilih pasangan hidup kita harus benar-benar melihat bibit, bebet, dan bobotnya. Jangan hanya melihat dia kaya, dia tampan, dia ganteng, dia tajir, duitnya banyak, mobilnya banyak. Nah kalau uda kaya Manohara, masih mau punya suami tajir tapi kaya gitu?? Ya kawin aja sekalian ma beruang. Toh dia juga beruang (mempunyai banyak uang... hehehe)

Nah berhubung banyak yang bilang Manohara mau nikah ma anak raja gara-gara dia matre, gw jadi inget akan satu ungkapan bahwa "Love without money si bullshit!".  Wah klo mosinya begini,, gw adalah orang pertama yang akan berada di kubu kontra. Gw akan benar-benar sangat menentang pernyataan tersebut. Gw garis bawahi dulu, gw ga anti sama yang namanya uang, namun bagi gw uang bukanlah segalanya.

Uang dan harta benda itu hanyalah sebagian kecil dari alat pemuas kebutuhan manusia. Banyak sekali fakta yang mengungkapkan bahwa manusia bisa hidup bahagia justru tanpa uang yang berlebihan. Seperti iklan A Mild, banyak uang jutru makin banyak resikonya dan membuat yang punya justru bingung mau diapain tuh duit. Justru ujung-ujungnya ga damai sejahtera. Coba lihat aja para koruptor, duitnya uda banyak tapi selalu aja masih kurang dan korupsi, nah itu bukti bahwa duit ga bisa membawa manusia kepada kebahagiaankan??

Nah kembali ke cinta dan uang, kalau emang benar cinta tanpa uang itu adalah omong kosong, maka kita perlu melihat bahwa ternyata orang yang setuju dengan alasan tersebut mempunyai maksud lain selain cinta. Ya, cinta yang tak murni benar-benar mencintai. Mungkin alasannya terkesan sangat mulia, "Gw kan ga mau lihat anak gw susah makan nantinya...". Itu kebanyakan alasan utamanya, cuma pikir deh, ketika terjadi sesuatu dan tiba-tiba duitnya itu raib, apakah masih ada cinta yang bisa dipertahankan oleh keduanya??

Yang namanya cinta itu kan harus bisa menerima baik buruknya seseorang, masa cuma gara-gara duit itu semua dibilang omong kosong sih?? Kasihan donk mereka-mereka yang kekurangan ga bisa merasakan yang namanya kebahagiaan dan rasa cinta itu.. Bener gak???

Nah jadi buat para cewe-cewe, coba deh pikir-pikir lagi kalau sekarang masih mikir nyari cowo yang hanya tajir aja. Ntar mau kaya Manohara, dadanya disiliet-silet?? Kita tuh justru hanya dianggap sebagai benda oleh orang yang berduit, karena dirinya merasa bisa "membeli" kita.

Betul apa yang teman gw katakan, bahwa pada saatnya nanti, semua wanita pasti ujung-ujungnya akan mencari sesosok pria yang bisa melindungi dirinya dan tentunya memiliki "otak" dan sikap yang baik. Uda ga akan memikirkan lagi dia tajir apa bukan, darah biru atau darah kotor bukan. Intinya adalah uang itu bukanlah suatu investasi kebahagiaan selamanya. Harta bisa lenyap seketika sama halnya Manohara yang saat ini menggugat cerai suaminya. Namun yang namanya cinta, tak akan pernah bisa padam walau badai topan menghadang sekalipin.

So now, "LOVE WITHOUT MONEY IS NO PROBLEM!!!"

Kasus Prita dari berbagai sudut

Huaaaa..... Ampun..... Ampun.... Gw minta ampun ma kalian semua...... Banyak pihak nih yang uda selalu bertanya-tanya ke gw, kapan mau publish artikel yang terbaru lagi, nah ini waktunya yang tepat. Lupakan sejanak tentang Mr LSPR dan STIKOM LSPR. Gw saat ini mau mengajak teman-teman untuk memikirkan banyak kasus yang selama ini butuh analisa dan pendapat kita masing-masing.


Sebagai topik yang pertama, bagaimana kalau kita membicarakan masalah mengenai Ibu Prita Mulyasari. Seorang Ibu yang benar-benar menjadi sangat kondang saat ini di Indonesia. Bukan karena Ia mempunyai ilmu seperti para The Master, tetapi Beliau saat ini tengah menjalani proses pengadilan akibat "curhat"nya yang dianggap telah menghina salah satu rumah sakit swasta bertaraf internasional di kawasan Serpong, Tangerang. Kalau ga salah OMNI namanya.... (ya iyalah OMNI, mank mana lageee????)

Awalnya gw mau mempublish email tersebut ke blog gw, cuma gw ngeri ditangkep ma polisi lagi dan dianggap sebagai penyebar dari berita dan isi material yang mencemarkan nama baik.... Hoahoahoa.... Jadi buat yang belum tahu ini kasus apa, begini inti ceritanya......

Jadi Ibu Prita pas itu ngerasa sakit dan Ia mau periksa di OMNI. Eh pas cek darah katanya trombositnya itu 27.000 dan positif DBD, maka Ibu Prita disuruh untuk rawat inap disana dan langsung dikasih infus dan berbagai macam suntikan. Nah kejadian ini terjadi berhari-hari hingga tangan Ibu Prita bengkak-bengkak, kemudian lehernya juga ikut membengkak, dan parahnya Beliau hingga sesak nafas. ckckckckck.... Parahnya lagi, pihak OMNI tidak memberika perincian secara detail mengenai penyakit dan jenis-jenis obat-obatan yang terus-terusan di suntik di tubuh bu Prita. (emanknya bu Prita ayam boiler apa disuntik-suntik???)

Nah karena merasa jengah akan sikap dari OMNI, maka ibu Prita memutuskan untuk pindah RS. Ehhh tapi pihak OMNI (katanya) tidak mau mengeluarkan bukti tes darah yang 27.000 tadi. Ada aja alasannya, suruh lapor kesana kemarilah.... Pokoknya bikin Ibu Prita dan suami senewen aja. (Gila orang sakit aja masih dibeginiin???)

Nah apakah kalian tahu, ternyata setelah pindah RS penyakit bu Prita itu bukan DBD seperti yg OMNI katakan, namun bu Prita terkena virus. Bukan flu burung atau flu babi tap virus gondongan.,.... Hmmmm..... gw sebagai orang bodoh dalam dunia kedokteran juga tahu bedanya DBD ma gondongan. Itu kan jaaauuuhhhh buanget!!! Parahnya, gara-gara suntik sana sini, gondongannya itu jadi ga karuan dan apakah kalian tau klo gondongan itu bisa buat impotensi bagi pria dan penyakit kista bagi wanita. Serem bangetkan???

Nah ternyata juga setelah dipaksa-paksa, ternyata pihak OMNI itu telah melakukan penelitian fiktif. Ternyata trombosit 27.000 itu ga ada sama sekali, jadi menurut Ibu Prita, pihak OMNI telah sengaja mencari pasien dengan cara membuat penelitian fiktif tersebut.

Nah kekecewaan inilah yang membuat Ibu Prita "curhat" ke beberapa teman-temanya melalui email. Nah ternyata email ini ada yang forward ke milis-milis dan ke blog-blog dan parahnya hal ini sampai ke surat pembaca redaksi detik.com. Nah hal inilah yang menurut pihak OMNI sebagai bentuk pencemaran nama baik. Makanya pihak OMNI langsung menyuruh polisi untuk menggelandang Ibu Prita ke LP Wanita di Tangerang.

Sumpah, menurut gw ini bener-bener konyol abis. Bisa dilihat, seorang korban justru dijadikan tersangka oleh pihak yang tak mengaku bersalah. Justru hal yang dilakukan oleh OMNI ini adalah langkah harakiri alias membunuh dirinya sendiri. Yup, memenjarakan ibu Prita dan meremehkan kekuatan dari media internet adalah hal yang sangat bodoh. Sekarang berita ini jadi benar-benar besarkan dan OMNI benar-benar berada pada di ujung tanduk. Bahkan di FB sudah ada yg membentuk group Say no to RS OMNI.... ckckckckck... salah perhitungan habis.

Apa salahnya sih kalau kita mau komplain apalagi kita sebagai koridor korban kebohongan.... Buat apa surat pembaca?? Buat apa ada YLKI?? Toh semuanya bertujuan untuk melindungi konsumenkan?? Karena konsumen itu berhak untuk mendapatkan rasa aman, informasi, di dengarkan, dan dipuaskan.

Opini gw simpel saja, kalau dilihat dari sisi marketing, yang namanya service dan after service itu merupakan kunci dari kelangsungan bisnis kita. Garda Oto rela menginvestasi karyawan mereka untuk di training hingga ke Singapur dengan tujuan memberikan service yang terbaik dan sepertinya bisnis yang tak mengandalkan servis yang baik pasti akan ditinggal oleh konsumennya. Ingat, kata pak Hermawan Kertajaya, bahwa dunia marketing semakin lama semkain datar. Jadi antara pihak perusahaan dan konsumen semakin tak ada jarak. Makanya itu muncullah istilah Public Relations karena konsumen sudah dijadikan sebagai relasi dari perusahaan. Jadi ingat, service dan after sales service itu sangat penting low....


Nah kalau dilihat dari sisi etika berbisnis, wah2 ini sih uda benar-benar melanggar etika. Melakukan penelitian fiktif guna mendapatkan pasien itu sangatlah keji sekali hukumnya. Coba kalau orang terdekat anda yang dibegitukan, pasti kita juga akan mencak-mencak kaya bu Prita juga kan??? Jadi dalam berbisnis, yang pasti-pasti ajalah, jangan sampai melanggar kode etik. Karena pasar akan mempunyai penilaian sendiri. Percuma nempelin embel-embel INTERNASIONAL kalau ternyata melanggar kode etik juga.

Nah kalau dari sisi media, jelas jangan main-main deh sama yang namanya media internet. Media ini saat ini mempunyai kekuasaan dan keuatan yang begitu sangat besar, bahkan semakin besar seiring berjalannya waktu. Kita bisa menjadi terkenal bahkan menjadi artis Internasional mendadak lewat internet. Kita bisa jualan apapun melalui internet, pokoknya hal apapun bisa kita lakukan melaui internet. Penyebarannya yang sangat cepat juga membuat internet menjadi media yang sangat diperhitungkan. Coba bayangin aja, dari sekedar curhat ke beberapa orang ampe bisa se-Indonesia bisa tahu semuanya. Dahsyat gak tuh???

Nah sebagai bentuk solidaritas, saya telah memasang badge di blog saya untuk mendukung dibebaskannya bu Prita. Dia tak bersalah, Dia hanyalah korban!! Korban kebohongan dan korban kekuasaan dari sebuah RS Internasional. Saya pun tak takut, orang Bu Megawati aja ma Gus Dur aja dukung bu Prita, masa saya juga takut. Saya hanya akan takut kalau kebenaran sudah tidak ditegakkan lagi di negeri kita tercinta ini.

BEBASKAN IBU PRITA MULYASARI!